Fungsi Poliklinik Obgyn (singkatan dari Obstetrics and Gynecology) atau Poliklinik Kebidanan dan Kandungan di rumah sakit adalah memberikan pelayanan kesehatan menyeluruh bagi wanita, yang mencakup masa kehamilan, persalinan, hingga gangguan kesehatan pada organ reproduksi.
Secara umum, fungsinya dibagi menjadi dua pilar utama:
1. Obstetri (Kebidanan)
Fokus pada pelayanan kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan hingga setelah melahirkan.
-
Antenatal Care (ANC): Pemeriksaan kehamilan rutin untuk memantau kesehatan ibu dan perkembangan janin.
-
Skrining Kehamilan: Melakukan pemeriksaan USG (2D, 3D, atau 4D) untuk mendeteksi dini kelainan janin.
-
Konsultasi Persalinan: Merencanakan metode persalinan, baik normal maupun operasi Caesar (Sectio Caesarea).
-
Postnatal Care (PNC): Perawatan dan pemantauan kesehatan ibu selama masa nifas (setelah melahirkan).
2. Ginekologi (Kandungan)
Fokus pada diagnosis dan pengobatan penyakit yang berkaitan dengan organ reproduksi wanita (rahim, ovarium, vagina, dan payudara).
-
Pemeriksaan Rutin: Melakukan Pap Smear atau tes IVA untuk deteksi dini kanker serviks.
-
Gangguan Menstruasi: Menangani masalah haid tidak teratur, nyeri hebat saat haid (dismenore), atau gejala menopause.
-
Masalah Reproduksi: Penanganan kista ovarium, miom rahim, infeksi saluran kemih, hingga masalah keputihan.
-
Program Kehamilan: Konsultasi fertilitas (kesuburan) bagi pasangan yang merencanakan kehamilan.
-
Keluarga Berencana (KB): Pelayanan kontrasepsi seperti pemasangan IUD, implan, atau sterilisasi.
Kapan Seseorang Perlu ke Poliklinik Obgyn?
Selain saat hamil, seorang wanita disarankan mengunjungi poliklinik ini jika mengalami:
-
Nyeri panggul atau perut bagian bawah yang kronis.
-
Perdarahan di luar siklus menstruasi yang normal.
-
Benjolan pada area payudara atau organ intim.
-
Butuh vaksinasi seperti vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks.

